Selasa, 18 Februari 2014

49. Mana yang benar menggunakan الذي atau التي dalam ijab yang diucapkan oleh wakil wali?



Shighat ijab yang diucapkan oleh wakil wali, pada umumnya menggunakan isim maushul الذي bukan التي. Hal ini banyak dilakukan oleh kalangan kyai / penghulu.

Kalimat isim maushul dalam sighat ijab yang diucapkan oleh wakil wali bisa berupaالذي  atau التي, hal ini bisa dibenarkan semuanya manakala susunan shighat ijab tersebut memenuhi standar ilmu Nahwu.


A. Misal yang menggunakan isim maushul الذي:

1. Contoh:

وكيل الأب : زوجتك وأنكحتك مخطوبتك جميلة بنت جميل الذي قد وكلني وأذن لي في تزويجها منك بمهر مليون روبية حالا
Keterangan:
a.   Isim maushul الذي di sini menjadi badal dari جميل .
b. Shilahnya الذي adalah ...قد وكلني وأذن لي (sebab setiap maushul harus mempunyai shilah).
c.  Aid (عائد) shilahnya adalah dhamir mustatir yang ada dalam وكلني taqdirnya هو (sebab setiap shilah harus mempunyai dhomir yang kembali kepada maushul yang sesuai dalam mudzakar/muannats dan mufrad, tatsniyah atau jamaknya).

2. Contoh (yang salah):

وكيل الأب : زوجتك وأنكحتك مخطوبتك جميلة بنت جميل الذي قد وكلني وأذن لي وليها في تزويجها 
 منك بمهر مليون روبية حالا

Contoh yang kedua ini tidak sesuai dengan standar ilmu Nahwu, sebab shilahnya maushul الذي  di sini tidak mempunyai  aid/عائد (dhamir yang kembali kepada maushul الذي) sedangkan fa’ilnya وكلني di sini berupa fa’il dhahir yaitu وليها .



B. Misal yang menggunakan isim maushul التي :


وكيل الولي : زوجتك وأنكحتك مخطوبتك جميلة بنت جميل التي قد وكلني وأذن لي وليها في تزويجها منك بمهر مليون روبية حالا
Keterangan:
a.  Isim maushul التي di sini menjadi badal dari جميلة .
b. Shilahnya التي adalah ... قد وكلني وأذن لي وليها (sebab setiap maushul harus mempunyai shilah).
c.  Aid (عائد) shilahnya adalah dhamir dhahir ها yang ada pada وليها (sebab setiap shilah harus mempunyai dhomir yang kembali kepada maushul yang sesuai dalam mudzakar/muannats dan mufrad, tatsniyah atau jamaknya).

   Menurut hemat penulis, shigat ijab yang menggunakan maushul التي seperti tersebut diatas, adalah yang paling fleksibel. Artinya bersifat luwes, tidak mengalami perubahan sekalipun wali nikah yang mewakilkan itu bukan berupa ayahnya, melainkan saudara kandung atau paman dst.
 

Senin, 02 Desember 2013

48.Bolehkah sepasang calon mempelai menggunakan wali muhakkam, padahal masih ada wali hakim?

Sepasang calon mempelai tidak boleh menggunakan wali muhakkam sepanjang masih ada wali hakim. Kecuali, wali muhakkamnya adalah seorang mujtahid. 

Dalam Nihayatuz Zain, hal: 309-310:

قال الشرقاوي: فان فقد الحاكم جازللزوجين أن يوليا أمرهما  حرا عدلا ليعقد لهما وان لم يكن مجتهدا ولومع وجود مجتهد , بخلاف ما اذاوجد الحاكم ولوحاكم ضرورة فانه لايجوز لهما أن يولياأمرهما الا مجتهد ولافرق في ذلك بين الحضر والسفر 

"Asy-Syarqawiy berkata: Jika tidak ada hakim maka boleh bagi sepasang calon mempelai menyererahkan kehendaknya kepada pria merdeka yang adil untuk menikahkan keduanya, sekalipun ia bukan seorang mujtahid atau sekalipun ada seorang mujtahid. Berbeda jika ada hakim, sekalipun hakim darurat, maka tidak boleh bagi sepasang calon mempelai menyererahkan kehendaknya untuk dinikahkan kecuali kepada seorang mujtahid, dan tidak ada perbedaan antara dalam keadaan mukim dan perjalanan" (Nihayatuz Zain, hal: 309-310).