Senin, 02 Desember 2013

48.Bolehkah sepasang calon mempelai menggunakan wali muhakkam, padahal masih ada wali hakim?

Sepasang calon mempelai tidak boleh menggunakan wali muhakkam sepanjang masih ada wali hakim. Kecuali, wali muhakkamnya adalah seorang mujtahid. 

Dalam Nihayatuz Zain, hal: 309-310:

قال الشرقاوي: فان فقد الحاكم جازللزوجين أن يوليا أمرهما  حرا عدلا ليعقد لهما وان لم يكن مجتهدا ولومع وجود مجتهد , بخلاف ما اذاوجد الحاكم ولوحاكم ضرورة فانه لايجوز لهما أن يولياأمرهما الا مجتهد ولافرق في ذلك بين الحضر والسفر 

"Asy-Syarqawiy berkata: Jika tidak ada hakim maka boleh bagi sepasang calon mempelai menyererahkan kehendaknya kepada pria merdeka yang adil untuk menikahkan keduanya, sekalipun ia bukan seorang mujtahid atau sekalipun ada seorang mujtahid. Berbeda jika ada hakim, sekalipun hakim darurat, maka tidak boleh bagi sepasang calon mempelai menyererahkan kehendaknya untuk dinikahkan kecuali kepada seorang mujtahid, dan tidak ada perbedaan antara dalam keadaan mukim dan perjalanan" (Nihayatuz Zain, hal: 309-310).