Shighat
ijab yang diucapkan oleh wakil wali, pada umumnya menggunakan isim maushul الذي bukan التي. Hal
ini banyak dilakukan oleh kalangan kyai / penghulu.
Kalimat
isim maushul dalam sighat ijab yang diucapkan oleh wakil wali bisa berupaالذي atau التي, hal
ini bisa dibenarkan semuanya manakala susunan shighat ijab tersebut memenuhi
standar ilmu Nahwu.
A. Misal yang menggunakan isim maushul الذي:
1.
Contoh:
وكيل الأب : زوجتك وأنكحتك مخطوبتك جميلة بنت جميل الذي قد وكلني وأذن لي
في تزويجها منك بمهر مليون روبية حالا
Keterangan:
a.
Isim maushul الذي di sini menjadi badal dari جميل .
b. Shilahnya الذي adalah ...قد وكلني وأذن لي (sebab setiap maushul harus mempunyai shilah).
c. Aid (عائد) shilahnya adalah dhamir mustatir yang ada dalam وكلني taqdirnya هو (sebab
setiap shilah harus mempunyai dhomir yang kembali kepada maushul yang sesuai dalam
mudzakar/muannats dan mufrad, tatsniyah atau jamaknya).
2. Contoh (yang salah):
2. Contoh (yang salah):
وكيل
الأب : زوجتك وأنكحتك مخطوبتك جميلة بنت
جميل الذي قد وكلني وأذن لي وليها في تزويجها
منك بمهر مليون روبية حالا
Contoh yang
kedua ini tidak sesuai dengan standar ilmu Nahwu, sebab shilahnya maushul الذي di sini tidak mempunyai aid/عائد (dhamir yang kembali kepada maushul الذي) sedangkan fa’ilnya وكلني di sini berupa fa’il dhahir
yaitu وليها .
B. Misal
yang menggunakan isim maushul التي :
وكيل
الولي : زوجتك وأنكحتك مخطوبتك جميلة بنت
جميل التي قد وكلني وأذن لي وليها في تزويجها منك بمهر مليون روبية حالا
Keterangan:
a. Isim maushul التي di sini menjadi badal
dari جميلة
.
b. Shilahnya التي adalah ... قد وكلني وأذن لي وليها (sebab setiap maushul harus mempunyai shilah).
c. Aid (عائد) shilahnya adalah dhamir dhahir ها yang ada pada وليها (sebab setiap shilah harus mempunyai
dhomir yang kembali kepada maushul yang sesuai dalam mudzakar/muannats dan mufrad,
tatsniyah atau jamaknya).
Menurut hemat penulis, shigat ijab yang
menggunakan maushul التي seperti tersebut diatas, adalah yang paling fleksibel. Artinya
bersifat luwes, tidak mengalami perubahan sekalipun wali nikah yang mewakilkan
itu bukan berupa ayahnya, melainkan saudara kandung atau paman dst.