Urutan wali nikah adalah sbb:
1. Ayah, kakek dan terus keatas
2. Saudara sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
3. Saudara seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
4. Saudara ayah sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
5. Saudara ayah seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
6. Paman ayah sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
7. Paman ayah seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
8. Paman kakek sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
9. Paman kakek seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
10. Wali
Keterangan;
Wali hakim bertindak, apabila:
1. Jika tidak ada wali nasab.
2. Wali berada di jarak shalat qashar / 92,5 km.
3. Wali pergi, tidak ada kabar beritanya masih hidup atau sudah mati, dan belum sampai pada rentan waktu dapat dihukumi mati.
4. Walinya ‘adlol (menolak), yang ditetapkan pengadilan.
5. Walinya sedang ihram.
6. Ta’azzuz (seperti menjawab besok setiap kali diminta menikahkan).
7. Tawaariy (sembunyi).
8. Walinya dipenjara.
9. Walinya hendak menikahi wanita yang diwalini.
10. Wanita baligh yang gila, tiada wali mujbirnya. :
(Nihayatuz Zain, hal: 309).
1. Ayah, kakek dan terus keatas
2. Saudara sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
3. Saudara seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
4. Saudara ayah sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
5. Saudara ayah seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
6. Paman ayah sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
7. Paman ayah seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
8. Paman kakek sekandung, anak lelakinya dan terus kebawah
9. Paman kakek seayah, anak lelakinya dan terus kebawah
10. Wali
Keterangan;
Wali hakim bertindak, apabila:
1. Jika tidak ada wali nasab.
2. Wali berada di jarak shalat qashar / 92,5 km.
3. Wali pergi, tidak ada kabar beritanya masih hidup atau sudah mati, dan belum sampai pada rentan waktu dapat dihukumi mati.
4. Walinya ‘adlol (menolak), yang ditetapkan pengadilan.
5. Walinya sedang ihram.
6. Ta’azzuz (seperti menjawab besok setiap kali diminta menikahkan).
7. Tawaariy (sembunyi).
8. Walinya dipenjara.
9. Walinya hendak menikahi wanita yang diwalini.
10. Wanita baligh yang gila, tiada wali mujbirnya. :
(Nihayatuz Zain, hal: 309).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar