Hukumnya
boleh, isteri menghibahkan maskawin yang belum dibayarkan kepada suaminya.
Dalam Fathul Mu’in, hal: 108:
ويصح
التبرع بالمهر من مكلفة بلفظ الابراء والعفو والاسقاط والاحلال والتحليل والاباحة
والهبة وان لم يحصل قبول
“Dan
sah mendermakan maskawin dari wanita muakallaf dengan lafadl ibra’ (membebaskan),
afwu (menghapus), isqath (menggugurkan), ihlal / tahlil (menghalalkan), ibahah
(memperkenankan), atau hibah (memberikan), sekalipun tidak bisa diterimakan
secara fisik” (Fathul Mu’in, hal: 108).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar