Benar, mahar mitsil yang dijadikan standar adalah mahar mitsil pada hari dimana
dilangsungkan akad.
Dalam Kifayatul Akhyar, juz; 2, hal: 64:
ثم
المعتبر مهر مثلها وقت الوطء أم وقت العقد أم أكثر مهرا من يوم العقد إلى الوطء؟
فيه أوجه أصحها في المحرر والمنهاج أن الإعتبار بيوم العقد
“Kemudian
yang diperhitungkan adalah mahar mitsilnya pada saat setubuh, atau pada saat
akad ataukah jumlah yang paling banyak pada rentang waktu antara sejak hari
akad hingga waktu setubuh? Jawabanya banyak aujah, yang paling sah dalam kitab
Al-Muharrar dan Al-Minhaj; sesungguhnya yang diperhitungkan adalah pada hari
akad ” (Kifayatul Akhyar, juz; 2, hal: 64).
salam pak..mau nanya....ada enggak permasalahan tentang mahar mitsil???
BalasHapusmaksudnya yg ditanyakan?
BalasHapus