Kamis, 11 Juli 2013

18. Sahkah mempelai putra melafadkan qabul dalam bahasa Arab dengan tidak fasih?


Hukumnya sah, mempelai putra melafadkan qabul dalam akad nikah dengan bahasa Arab secara tidak fasih, sepanjang ia mengerti bahwa kalimat itu adalah kalimat untuk qabul dalam akad nikah. 

Dalam Fathul Mu’in, hal: 99:

وقال في شرحي الارشاد والمنهاج انه لايضر لحن العامي كفتح تاء المتكلم وابدال الجيم زايا أو عكسه

“Penulis dua syarah kitab Al-Irsyad dan Al-Minhaj, berkata: Sesungguhnya, tidak apa-apa kesalahan bacaan orang awam semisal, mengfatahkan huruf ta’ muttakallim dan menggantikan huruf jim dengan huruf za’ atau sebaliknya”(Fathul Mu’in, hal: 99).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar