Hukumnya
sah, mempelai putra melafadkan qabul dalam akad nikah dengan bahasa Arab secara
tidak fasih, sepanjang ia mengerti bahwa kalimat itu adalah kalimat untuk qabul
dalam akad nikah.
Dalam Fathul Mu’in, hal: 99:
وقال
في شرحي الارشاد والمنهاج انه لايضر لحن العامي كفتح تاء المتكلم وابدال الجيم
زايا أو عكسه
“Penulis
dua syarah kitab Al-Irsyad dan Al-Minhaj, berkata: Sesungguhnya, tidak apa-apa
kesalahan bacaan orang awam semisal, mengfatahkan huruf ta’ muttakallim dan
menggantikan huruf jim dengan huruf za’ atau sebaliknya”(Fathul Mu’in, hal:
99).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar