Hukum akad
nikah tersebut sah. Namun mahar yang dibayarkan adalah mahar mitsil, bukan
mahar yang telah disepakati. Karena, mahar yang telah disepakati tidak disebutkan
berupa apa dan berapa jumlahnya dalam akad.
Dalam Al
Iqna’, juz: 2, hal: 135:
فتتعين
تسميته بما وقع الإتفاق عليه ولا يجوز إخلاؤه منه وإذاخلا العقد عن التسمية فإن لم
تكن مفوضة استحقت مهر المثل بالعقد
“Maka
wajib menyebutkan mahar yang telah disepakati dan tidak boleh meninggalkannya.
Dan jika dalam akad tidak menyebutkan
mahar, dan wanita itu bukan mufawwidlah (menyerahkan diri tanpa mahar), maka
dengan dilangsungkannya akad wanita tersebut berhak mendapat mahar mitsil” (Al
Iqna’, juz: 2, hal: 135).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar