Hukumnya
sah, orang bisu melakukan akad nikah dengan bahasa isyarat, yang dapat dipahami
oleh wali dan para saksi.
Dalam Fathul Mu’in, hal: 99:
وينعقد
با شارة أخرس مفهمة
“Dan
sah akad nikahnya orang bisu dengan bahasa isyarat yang memberi pemahaman” (Fathul Mu’in, hal: 99).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar